Kamis, 05 Maret 2009

Pendidikan Dasar

January 2007

Program Pendidikan Dasar yang Terdesentralisasi - USAID

Komponen 2: Proses Belajar Mengajar

Latar Belakang

Pada Oktober 2003, Presiden Amerika Serikat George W. Bush mengumumkan

sebuah usulan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar di Indonesia.

Realisasinya berupa kerjasama teknis senilai USD 157 juta untuk pengembangan

program yang dinamai “Pendidikan Dasar yang Terdesentralisasi” atau

Decentralized Basic Education (DBE), berlangsung selama kurun 2005 – 2010.

Inisiatif Presiden Bush itu merupakan respon positif terhadap Pemerintah

Indonesia, sekaligus merefleksikan komitmen bersama Indonesia dan Amerika

Serikat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Program inovasi ini dilaksanakan

melalui perjanjian bilateral kedua negara.

Dalam pelaksanaannya, program DBE yang implementasinya dilaksanakan melalui

United States Agency for International Development (USAID) dan dikoordinasi oleh

Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia

(Kokesra), dibagi menjadi tiga cohort selama kurun waktu tahun 2005 - 2010.

Untuk cohort yang pertama, DBE bekerjasama dengan 29 pemerintah

kabupaten/kota yang tersebar di 8 provinsi (Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah,

Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam dan

DKI Jakarta). Di daerah-daerah tersebut, DBE bekerjasama dengan 640 sekolah

termasuk Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidayah (MI), Sekolah Menengah

Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 114 lembaga pendidikan non

formal yang sebagian besar menjalankan program pendidikan kesetaraan SMP,

serta 11.340 pendidik termasuk guru dan tutor lembaga pendidikan non formal

yang secara langsung membimbing sekitar 166.000 peserta didik dan 6.015

peserta lembaga pendidikan non formal. Program DBE akan diperluas ke 100

kabupaten/kota pada tahun 2008.

Program Pendidikan Dasar yang Terdesentralisasi (DBE) USAID memiliki tiga

komponen:

Komponen 1: Meningkatkan mutu pendidikan melalui kapasitas manajemen dan

tata layanan yang lebih baik (DBE 1)

Komponen 2: Meningkatkan mutu proses belajar mengajar (DBE 2)

Komponen 3: Meningkatkan mutu pendidikan menengah pertama dan pendidikan

luar sekolah bagi remaja yang berfokus pada pendidikan kecakapan

hidup (DBE 3)

PROSES BELAJAR MENGAJAR

Bagian Proses Belajar Mengajar dari Progam Pendidikan Dasar yang

Terdesentralisasi ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui:

Penguatan sistem pelatihan guru

Peningkatan lingkungan belajar yang efektif di sekolah.

Bagian Proses Belajar Mengajar bekerjasama dengan Departemen Pendidikan

Nasional dan Departemen Agama, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta

mitra dari sektor publik dan swasta untuk mengembangkan sebuah sistem yang lebih lengkap dalam

pengembangan kapasitas guru secara profesional. Sistem ini

akan meningkatkan kemampuan pendidik dan kepala sekolah untuk menggagas, memfasilitasi, dan

menggalakkan peningkatan pencapaian sekolah di tingkat lokal. Bagian Proses Belajar Mengajar

menggabungkan berbagai unsur baru kedalam sistem pembelajaran yang memungkinkan peserta didik

merasa bahwa belajar itu menyenangkan dan masyarakat menjadi lebih terlibat.

Memperkuat Pelatihan Guru

Bagian Proses Belajar Mengajar memberi kesempatan kepada pejabat pemerintah daerah dan pemangku

kepentingan pendidikan untuk turut serta dalam sistem dan strategi pemberian program pelatihan guru yang

efektif menuju pengajaran terdesentralisasi. Bagian ini bekerja dalam struktur organisasi sekolah yang sudah

ada dan dikenal sebagai sebuah gugus. Setiap gugus terdiri dari enam sampai sepuluh sekolah. Pendekatan

melalui gugus digunakan untuk mengatur dan melaksanakan kegiatan pelatihan. Gugus-gugus dipilih untuk

menjadi pusat melaksanakan tugas dan kegiatan proses belajar mengajar. Kepala sekolah, guru, dan

anggota masyarakat akan mendapatkan kesempatan di dalam gugus untuk benar-benar terlibat dalam

kegiatan dan memperkuat peran mereka masing-masing melalui keterlibatan dalam pembelajaran aktif.

Model pelatihan guru dalam jabatan yang terdesentralisasi didukung dengan paket pelatihan yang disusun

oleh mitra universitas di setiap propinsi, serta didukung oleh guru-guru, kepala sekolah, pejabat pemerintah

daerah, dan mitra universitas di Amerika Serikat. Melalui kerjasama dengan mitra lokal dan pemangku

kepentingan pendidikan setempat, bagian ini mampu mengidentifikasi dan menjawab secara tepat kebutuhan

tenaga pendidik sekolah dasar. Bagian Proses Belajar Mengajar juga bekerja sama dengan Universitas

Terbuka (UT) untuk menyiapkan UT mampu menjawab kebutuhan pelatihan profesional yang beragam di

lingkungan pendidikan yang semakin lama semakin terdesentralisasi.

Bagian Proses Belajar Mengajar sedang mengembangkan Pusat Sumber Belajar Gugus guna mendukung dan

memfasilitasi berbagai kegiatan di setiap gugus sekolah. Pusat Sumber Belajar Gugus akan digunakan oleh

berbagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai tempat pertemuan untuk mendiskusikan materi pelatihan,

bagaimana penerapan dan inovasinya di kelas, serta mengembangkan materi proses belajar mengajar serta

mengakses sumberdaya pembelajaran secara online.

Peningkatan Lingkungan Belajar

Bagian Proses Belajar Mengajar dari program Pendidikan Dasar yang Terdesentralisasi mendukung kegiatankegiatan

bagi peningkatan lingkungan belajar. Sebanyak 200 Taman Kanak-kanak (TK) yang menggunakan

audio dalam sistem pengajaran sedang dikembangkan dan diperlengkapi dengan tenaga terlatih dan materi

pengajaran yang bermutu. Sebuah sistem perpustakaan sekolah yang menggunakan Pusat Sumber Belajar

Gugus sedang dibentuk untuk menyediakan dan menyampaikan materi bacaan (bukan buku) yang bermutu

tinggi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi diarahkan untuk menginformasikan dan mempromosikan perubahan di

sekolah, masyarakat dan kabupaten/kota. Teknologi Informasi dan Komunikasi juga menyediakan media

pembelajaran dalam gugus sekolah dan kelas-kelas, sekaligus berfungsi sebagai referensi bagi kepala sekolah

dan guru-guru guna mendukung dan menggalakkan proses belajar mengajar.

Bagian Proses Belajar Mengajar berusaha mendapatkan sumberdaya tambahan untuk kegiatan-kegiatan

proyek melalui kerjasama publik-swasta. Cara ini adalah sebuah bentuk inovatif dalam pengusaha, perusahaan

multinasional dan domestik, lembaga swadaya masyarakat, serta institusi-institusi pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar